Mantan Pejabat CIA: AS Sengaja Biarkan Ukraina Berdarah-darah

Senin, 05 Mei 2025 - 19:30 WIB
Pendekatan tersebut berubah di bawah Donald Trump, yang kembali menjabat pada Januari. Pemerintahannya telah mendorong negosiasi langsung antara Moskow dan Kiev dan dilaporkan mengusulkan rencana perdamaian yang mencakup pengakuan kedaulatan Rusia atas Krimea dan pembekuan di sepanjang garis depan yang ada.

Berdasarkan proposal tersebut, Moskow akan mempertahankan kendali atas sebagian dari empat bekas wilayah Ukraina yang telah memilih untuk bergabung dengan Rusia.

Rusia telah mengatakan siap untuk berunding “tanpa prasyarat” dan mengumumkan gencatan senjata selama 72 jam untuk hari libur Hari Kemenangan. Namun, usulan tersebut ditolak oleh Vladimir Zelensky.

Moskow menekankan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan harus mencerminkan realitas teritorial dan mengatasi akar penyebab konflik, termasuk ambisi NATO Ukraina dan pengiriman senjata Barat yang terus berlanjut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!