Mantan Pejabat CIA: AS Sengaja Biarkan Ukraina Berdarah-darah

Senin, 05 Mei 2025 - 19:30 WIB
Mantan pejabat CIA sebut AS sengaja biarkan Ukraina berdarah-darah. Foto/X/@ZelenskyyUa
WASHINGTON - Amerika Serikat sengaja membatasi bantuan militer ke Kiev untuk membiarkan negara itu "berdarah" daripada "menang". Itu diungkapkan mantan pejabat senior CIA Ralph Goff mengklaim, menggambarkan strategi yang ditempuh oleh Presiden AS saat itu Joe Biden selama tahap awal konflik.

Ukraina telah berulang kali meminta sistem persenjataan Amerika yang canggih yang awalnya ditahan atau ditunda oleh Washington.



Dalam sebuah wawancara dengan The Times yang diterbitkan pada hari Jumat, Ralph Goff – mantan kepala operasi CIA di Eropa dan Eurasia – mengatakan Biden enggan mengirim peralatan yang diperlukan karena khawatir Rusia "akan menggunakan nuklir."

Dia berpendapat bahwa keputusan untuk menahan senjata utama mengubah konflik menjadi perang yang berkepanjangan dan menghancurkan.

“Jika kita melengkapi Ukraina saat itu dengan persenjataan yang tepat, mereka mungkin bisa mengusir Rusia keluar dari negara ini,” katanya. “Itu tidak terjadi. Itu menjadi panggung untuk perang yang lebih lama, berlarut-larut, dan tak berujung yang kita saksikan hari ini.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!