Ini Respons Rusia setelah Zelensky Ancam Pemimpin Dunia yang Hadiri Perayaan Hari Kemenangan di Moskow

Minggu, 04 Mei 2025 - 07:48 WIB
"Setelah setiap serangan teroris di wilayah Rusia, rezim Kyiv, dinas keamanannya, dan Zelensky secara pribadi membanggakan bahwa itu adalah perbuatan mereka dan akan terus seperti ini. Oleh karena itu, frasa bahwa dia 'tidak menjamin keamanan pada 9 Mei di wilayah Rusia', karena ini bukan wilayah tanggung jawabnya, tentu saja merupakan ancaman langsung," tegas Zakharova.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyampaikan pandangan serupa atas pernyataan Zelensky, yang menyatakan bahwa gencatan senjata yang diusulkan adalah "ujian" bagi Kyiv. "Dan penolakan yang tampak untuk bergabung jelas menunjukkan bahwa neo-Nazisme adalah dasar ideologis rezim Kyiv kontemporer," katanya.

Gencatan senjata selama 72 jam diumumkan secara sepihak oleh Putin pada hari Senin. Presiden Rusia itu memerintahkan penangguhan semua aksi militer terhadap pasukan Ukraina mulai tengah malam tanggal 7 Mei hingga tengah malam tanggal 10 Mei dan mendesak Kyiv untuk bergabung dalam gencatan senjata.

Pada bulan Maret, Rusia dan Ukraina menyetujui gencatan senjata parsial selama 30 hari yang ditengahi Amerika Serikat yang difokuskan pada penghentian serangan terhadap infrastruktur energi.

Namun, menurut militer Rusia, Kyiv melanggar gencatan senjata pada beberapa kesempatan. Pada gilirannya, Ukraina menuduh balik Rusia yang melanggar gencatan senjata.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!