Ini Respons Rusia setelah Zelensky Ancam Pemimpin Dunia yang Hadiri Perayaan Hari Kemenangan di Moskow
Minggu, 04 Mei 2025 - 07:48 WIB
Sebelumnya pada hari itu, Zelensky menegaskan kembali penolakannya atas usulan Moskow untuk gencatan senjata tiga hari yang dimulai pada 8 Mei dan berlanjut hingga perayaan Hari Kemenangan Perang Dunia II, menganggapnya sebagai "produksi teatrikal" Presiden Rusia Vladimir Putin.
"Tidak mungkin untuk membuat rencana apa pun untuk langkah selanjutnya guna mengakhiri perang dalam dua atau tiga hari. Jadi, itu tidak terlihat sangat serius. Itu lebih merupakan produksi teatrikal di pihaknya,” katanya, merujuk pada Putin.
Dia kemudian mengancam para pemimpin dunia yang menghadiri perayaan tersebut di Moskow. “Tidak seorang pun akan membantu Putin memainkan ini untuk memberinya suasana yang lembut untuk melarikan diri dari isolasi pada tanggal 9 Mei, dan untuk membuat semua orang merasa nyaman dan aman—para pemimpin, teman, atau mitra Putin yang akan datang ke Lapangan Kremlin...Kita sedang berperang, atau Putin menunjukkan bahwa dia siap untuk gencatan senjata,” imbuh Zelensky.
"Pernyataan Zelensky sekali lagi membuktikan sifat neo-Nazi dari rezim Kyiv, yang telah berubah menjadi sel teroris," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.
"Hari ini [Zelensky] mencapai titik terendah: sekarang dia mengancam keselamatan fisik para veteran yang akan datang ke parade dan acara seremonial pada hari suci tersebut," imbuh Zakharova, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (4/5/2025).
"Tidak mungkin untuk membuat rencana apa pun untuk langkah selanjutnya guna mengakhiri perang dalam dua atau tiga hari. Jadi, itu tidak terlihat sangat serius. Itu lebih merupakan produksi teatrikal di pihaknya,” katanya, merujuk pada Putin.
Dia kemudian mengancam para pemimpin dunia yang menghadiri perayaan tersebut di Moskow. “Tidak seorang pun akan membantu Putin memainkan ini untuk memberinya suasana yang lembut untuk melarikan diri dari isolasi pada tanggal 9 Mei, dan untuk membuat semua orang merasa nyaman dan aman—para pemimpin, teman, atau mitra Putin yang akan datang ke Lapangan Kremlin...Kita sedang berperang, atau Putin menunjukkan bahwa dia siap untuk gencatan senjata,” imbuh Zelensky.
"Pernyataan Zelensky sekali lagi membuktikan sifat neo-Nazi dari rezim Kyiv, yang telah berubah menjadi sel teroris," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.
"Hari ini [Zelensky] mencapai titik terendah: sekarang dia mengancam keselamatan fisik para veteran yang akan datang ke parade dan acara seremonial pada hari suci tersebut," imbuh Zakharova, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (4/5/2025).
Lihat Juga :