Houthi Sebut Serangannya yang Bikin Jet Tempur F/A-18 AS Jatuh dari Kapal Induk dan Tenggelam di Laut

Kamis, 01 Mei 2025 - 08:40 WIB
Houthi, yang menguasai sebagian besar Yaman utara, telah mengatakan bahwa mereka akan menghentikan serangan terhadap Israel dan pasukan AS jika Israel mengakhiri invasi brutalnya di Gaza dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah kantong Palestina tersebut.

USS Harry S Truman telah berpatroli di Timur Tengah selama beberapa bulan, dan baru-baru ini tugasnya diperpanjang oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Kapal ini adalah salah satu dari dua kapal induk AS yang beroperasi di wilayah tersebut, tempat pasukan AS telah menyerang Houthi hampir setiap hari menggunakan jet tempur, pesawat pengebom, kapal, dan pesawat nirawak.

"F/A-18E sedang ditarik di hanggar saat kru pesawat kehilangan kendali. Pesawat dan traktor penariknya jatuh ke laut," kata Angkatan Laut AS pada hari Senin.

Jet tempur itu merupakan bagian dari Strike Fighter Squadron 136. Menurut Angkatan Laut AS harga F/A-18E Super Hornet mencapai lebih dari US60 juta atau lebih dari Rp1 triliun per unitnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!