Di Ambang Perang, India dan Pakistan Saling Tutup Wilayah Udara
Kamis, 01 Mei 2025 - 06:10 WIB
Mengutip laporan NDTV, Kamis (1/5/2025), NOTAM atau Pemberitahuan kepada Misi Udara dirilis oleh New Delhi, yang berbunyi: "Wilayah udara India tidak tersedia untuk pesawat yang terdaftar di Pakistan dan pesawat yang dioperasikan atau disewa oleh maskapai Pakistan. Ini termasuk penerbangan militer."
Kelompok The Resistance Front (TRF) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Pahalgam, Jammu dan Kashmir yang dikendalikan India. Menurut India, kelompok itu memiliki hubungan dengan Pakistan.
Masih menurut India, serangan teror itu bermotif agama dan terjadi beberapa hari setelah pidato provokatif oleh kepala militer Pakistan Jenderal Asim Munir.
Dengan hubungan yang sudah tegang semakin memburuk dan pada saat Pakistan khawatir akan aksi militer oleh India, penerbangan dari Pakistan dalam hal apa pun menghindari wilayah udara India. Namun dengan pengumuman resmi oleh India, penerbangannya tidak akan diizinkan bahkan jika mereka menginginkannya.
Penerbangan dari Pakistan, yang dijadwalkan untuk tujuan di Asia Tenggara dan Oseania sekarang harus memutari India. Ini akan memberikan beban yang sangat besar pada maskapai Pakistan yang sudah kekurangan uang, sementara juga meningkatkan waktu perjalanan secara signifikan.
Kelompok The Resistance Front (TRF) mengaku bertanggung jawab atas serangan teror di Pahalgam, Jammu dan Kashmir yang dikendalikan India. Menurut India, kelompok itu memiliki hubungan dengan Pakistan.
Masih menurut India, serangan teror itu bermotif agama dan terjadi beberapa hari setelah pidato provokatif oleh kepala militer Pakistan Jenderal Asim Munir.
Dengan hubungan yang sudah tegang semakin memburuk dan pada saat Pakistan khawatir akan aksi militer oleh India, penerbangan dari Pakistan dalam hal apa pun menghindari wilayah udara India. Namun dengan pengumuman resmi oleh India, penerbangannya tidak akan diizinkan bahkan jika mereka menginginkannya.
Penerbangan dari Pakistan, yang dijadwalkan untuk tujuan di Asia Tenggara dan Oseania sekarang harus memutari India. Ini akan memberikan beban yang sangat besar pada maskapai Pakistan yang sudah kekurangan uang, sementara juga meningkatkan waktu perjalanan secara signifikan.
Lihat Juga :