4 Alasan Australia Sangat Takut dengan Isu Putin Ingin Gunakan Pangkalan Militer di Papua
Selasa, 15 April 2025 - 21:06 WIB
Baca Juga: Australia Protes ke Indonesia Terkait Rusia Minta Gunakan Pangkalan Militer di Papua
"Kami jelas tidak ingin melihat pengaruh Rusia di wilayah kami," kata Albanese, dilansir Sydney Morning Herald.
Menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "diktator pembunuh" yang telah menginvasi Ukraina secara ilegal, Dutton mengatakan bahwa "kami sama sekali tidak menyambut kehadirannya di lingkungan kami".
Dutton mengatakan akan menjadi "kegagalan besar" diplomasi jika Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong tidak mengetahui permintaan Moskow sebelum laporan muncul di media.
Salah satu pejabat senior Putin, Sergei Shoigu, sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, melakukan perjalanan ke Jakarta pada bulan Februari untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Indonesia melakukan latihan angkatan laut gabungan pertamanya dengan Rusia pada bulan November sebagai bagian dari dorongan Prabowo untuk memperdalam hubungan pertahanan dengan Moskow.
2. Australia Tidak Ingin Rusia Memiliki Pengaruh Besar
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan pemerintah "mencari klarifikasi lebih lanjut" dari Jakarta tentang permintaan tersebut, seraya menambahkan bahwa ia yakin hubungan Indonesia-Australia "tidak pernah lebih baik dari saat ini"."Kami jelas tidak ingin melihat pengaruh Rusia di wilayah kami," kata Albanese, dilansir Sydney Morning Herald.
3. Membuat Ketidakstabilan Keamanan bagi Australia
Pemimpin Oposisi Peter Dutton menggambarkan berita tersebut sebagai perkembangan yang "sangat meresahkan" dan "sangat tidak stabil" bagi wilayah tersebut.Menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai "diktator pembunuh" yang telah menginvasi Ukraina secara ilegal, Dutton mengatakan bahwa "kami sama sekali tidak menyambut kehadirannya di lingkungan kami".
Dutton mengatakan akan menjadi "kegagalan besar" diplomasi jika Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong tidak mengetahui permintaan Moskow sebelum laporan muncul di media.
Salah satu pejabat senior Putin, Sergei Shoigu, sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia, melakukan perjalanan ke Jakarta pada bulan Februari untuk bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin.
Kunjungan tersebut dilakukan setelah Indonesia melakukan latihan angkatan laut gabungan pertamanya dengan Rusia pada bulan November sebagai bagian dari dorongan Prabowo untuk memperdalam hubungan pertahanan dengan Moskow.
Lihat Juga :