4 Alasan Australia Sangat Takut dengan Isu Putin Ingin Gunakan Pangkalan Militer di Papua

Selasa, 15 April 2025 - 21:06 WIB
Pada bulan yang sama, Australia dan Indonesia menandatangani pakta kerja sama pertahanan yang memungkinkan kedua negara untuk melakukan latihan militer gabungan yang kompleks dan mempermudah operasi di negara masing-masing.

4. Rusia Ingin Memecah Belah Indonesia dan Negara Sekutu AS

Matthew Sussex, seorang pakar kebijakan strategis Rusia di Universitas Nasional Australia, mengatakan prospek pesawat jarak jauh Rusia yang ditempatkan di Indonesia akan menimbulkan kecemasan di dalam Departemen Luar Negeri dan Perdagangan.

"Rusia sedang mencoba untuk meningkatkan jejak militer Indo-Pasifiknya," kata Sussex, seraya menambahkan bahwa Moskow berusaha untuk menciptakan perpecahan antara negara-negara seperti Indonesia dan Barat setelah terpilihnya Presiden AS Donald Trump.

Hal ini pada akhirnya akan menguntungkan kepentingan strategis Beijing di kawasan tersebut mengingat hubungan dekatnya dengan Moskow, katanya.

Trump membuat Jakarta frustrasi dengan mengumumkan bahwa ia akan mengenakan tarif sebesar 32 persen pada ekspor Indonesia ke AS awal bulan ini, sebelum menangguhkan keputusan tersebut selama 90 hari ketika pasar keuangan AS mengalami kemerosotan.

Sussex mengatakan bahwa mengabulkan permintaan Moskow akan mempertanyakan kebijakan lama Jakarta tentang "non-alignment", di mana ia telah berupaya untuk mempertahankan hubungan persahabatan dengan negara-negara besar yang bersaing.

Mick Ryan, pensiunan mayor jenderal di Angkatan Darat Australia, mengatakan: "Jika benar, ini akan memiliki implikasi politik dan militer yang sangat signifikan bagi Australia."

Prabowo melakukan perjalanan ke Moskow Juli lalu untuk bertemu dengan Putin, dan Indonesia resmi bergabung dengan kelompok BRICS yang dipimpin Rusia pada bulan Januari.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!