AS dan Rusia 12 Jam Rundingkan Gencatan Senjata Ukraina, Apa Hasilnya?

Selasa, 25 Maret 2025 - 13:48 WIB
"Saya pikir Anda akan melihat kemajuan nyata di Arab Saudi pada hari Senin, terutama karena hal itu memengaruhi gencatan senjata Laut Hitam pada kapal-kapal antara kedua negara," katanya kepada Fox News.

"Dan dari situ Anda secara alami akan tertarik pada gencatan senjata penuh,” paparnya.

Namun, Kremlin telah mengecilkan harapan akan resolusi yang cepat.

"Kita baru di awal jalan ini," kata Peskov kepada televisi pemerintah Rusia pada hari Minggu, seraya menambahkan: "Ada negosiasi yang sulit di depan."

Ketika Putin, dalam panggilan telepon yang panjang dengan Trump, menolak seruan bersama AS-Ukraina untuk “jeda penuh” dan segera selama 30 hari, dia malah mengusulkan penghentian serangan terhadap fasilitas energi.

Para musuh tradisional kini tengah mendiskusikan kembalinya Prakarsa Laut Hitam, yang awalnya ditengahi oleh Turki dan PBB pada tahun 2022.

Rusia menarik diri dari perjanjian tersebut pada tahun 2023, menuduh Barat gagal menegakkan komitmennya untuk meringankan sanksi atas ekspor hasil pertanian dan pupuk Rusia sendiri.

Seorang pejabat senior Ukraina sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa Kyiv akan mengusulkan gencatan senjata yang lebih luas, yang mencakup serangan terhadap fasilitas energi, infrastruktur, dan serangan Angkatan Laut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!