Israel Akan Putus Pasokan Listrik Gaza, Rakyat Palestina Makin Sengsara

Senin, 10 Maret 2025 - 12:42 WIB
Dari 251 sandera yang dibawa dari Israel selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, 58 di antaranya masih berada di wilayah Gaza, termasuk 34 yang dikonfirmasi oleh militer Israel telah tewas.

Pada hari Senin, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Hamas tentang konsekuensi yang "tidak dapat dibayangkan" jika tidak membebaskan para sandera.

Media Israel melaporkan bahwa Netanyahu berencana untuk memberikan "tekanan maksimum" pada Hamas dalam beberapa minggu mendatang untuk menerima perpanjangan tahap pertama berdasarkan ketentuan Israel.

Lembagapenyiaran publikKan mengatakan Israel telah menyusun rencana untuk meningkatkan tekanan di bawah skema yang dijuluki "Rencana Neraka".

Ini termasuk menindaklanjuti blokade bantuan dengan "mengusir penduduk dari Jalur Gaza utara ke selatan, menghentikan pasokan listrik, dan memulai kembali pertempuran skala penuh."

Israel memberlakukan "pengepungan total" di Gaza setelah 9 Oktober 2023, memutus pasokan air, listrik, dan makanan, terkadang melonggarkan dan terkadang memperketat masuknya bantuan hingga gencatan senjata menciptakan peningkatan akses bagi truk bantuan kemanusiaan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!