Israel Akan Putus Pasokan Listrik Gaza, Rakyat Palestina Makin Sengsara

Senin, 10 Maret 2025 - 12:42 WIB
Satu-satunya jaringan listrik antara Israel dan Gaza memasok pabrik desalinasi air utama di wilayah itu, yang melayani lebih dari 600.000 orang.

Warga Gaza terutama bergantung pada panel surya dan generator bahan bakar untuk listrik mereka.

Sambungan ke pabrik desalinasi terputus setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 sebelum disambungkan kembali pada Juli 2024.

Namun, pabrik tersebut tidak dapat melanjutkan operasi hingga Desember tahun itu, karena jaringan listriknya rusak parah akibat perang.

Akhir pekan lalu, Israel mengumumkan telah memblokir pengiriman bantuan ke Gaza hingga Hamas menerima persyaratannya untuk perpanjangan gencatan senjata yang sebagian besar telah menghentikan pertempuran selama lebih dari 15 bulan.

Tahap pertama gencatan senjata, yang berakhir pada 1 Maret, telah memungkinkan masuknya bantuan penting, termasuk makanan dan obat-obatan, ke Gaza.

Sementara Israel mengatakan ingin memperpanjang tahap pertama gencatan senjata hingga pertengahan April, Hamas bersikeras pada transisi ke tahap kedua yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang secara permanen.

Hamas pada hari Sabtu menuduh Israel "melakukan kejahatan perang berupa hukuman kolektif" dengan memblokir pengiriman bantuan ke Gaza. Menurut Hamas, tindakan itu juga berdampak pada sandera Israel yang masih ditahan di Gaza.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!