Abbas: Tidak Ada yang Berhak Berbicara Atas Nama Palestina
Jum'at, 04 September 2020 - 05:44 WIB
Sementara itu, kepala politik Hamas Ismail Haniyeh mengatakan dalam pidatonya bahwa apa yang disebut Kesepakatan Abad Ini bertujuan untuk menciptakan koalisi regional yang memungkinkan Israel menembus ke negara-negara Arab melalui normalisasi.(Baca juga: Ikut Rapat Palestina, Kepala Biro Politik Hamas Haniyeh Tiba di Beirut )
"Kami sedang melalui periode yang mengandung risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ancaman strategis terhadap perjuangan Palestina kami dan kawasan," ujar Haniyeh.
Ia juga menyerukan pembentukan program politik yang mengakhiri konsekuensi Kesepakatan Oslo dan untuk mendapatkan kembali persatuan Palestina.
Pada 13 Agustus, UEA dan Israel mengumumkan perjanjian yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan mereka, termasuk membuka kedutaan di wilayah masing-masing.
Otoritas Palestina dan faksi-faksi perlawanan telah mengecam kesepakatan UEA-Israel, dengan mengatakan kesepakatan itu tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
"Kami sedang melalui periode yang mengandung risiko yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ancaman strategis terhadap perjuangan Palestina kami dan kawasan," ujar Haniyeh.
Ia juga menyerukan pembentukan program politik yang mengakhiri konsekuensi Kesepakatan Oslo dan untuk mendapatkan kembali persatuan Palestina.
Pada 13 Agustus, UEA dan Israel mengumumkan perjanjian yang ditengahi AS untuk menormalisasi hubungan mereka, termasuk membuka kedutaan di wilayah masing-masing.
Otoritas Palestina dan faksi-faksi perlawanan telah mengecam kesepakatan UEA-Israel, dengan mengatakan kesepakatan itu tidak melayani kepentingan Palestina dan mengabaikan hak-hak rakyat Palestina.
(ber)
Lihat Juga :