Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China

Minggu, 02 Maret 2025 - 14:08 WIB
Pada bulan Agustus 2021, di tengah krisis yang semakin dalam di Afghanistan, Presiden AS saat itu Joe Biden membela langkahnya untuk menarik pasukan AS sepenuhnya dari negara yang dilanda perang itu, dengan mengatakan bahwa sejarah akan mencatat ini sebagai "keputusan yang logis, rasional, dan tepat".

Keputusan Joe Biden muncul 20 tahun setelah invasi AS ke Afghanistan menyusul serangan teror 9/11 di Amerika Serikat.

Perkiraan konservatif menunjukkan bahwa puluhan ribu nyawa melayang dalam perang 20 tahun di Afghanistan.

Belum ada tanggapan resmi, baik dari Taliban Afghanistan maupun dari China, yang dituduh Trump memiliki kehadiran militer di Afghanistan.

Pangkalan Udara Bagram awalnya dibangun oleh Uni Soviet selama Perang Dingin, kemudian digunakan AS untuk memperluas pengaruhnya di Afghanistan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!