Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China

Minggu, 02 Maret 2025 - 14:08 WIB
loading...
Trump Ingin Tentara...
Presiden Donald Trump berencana mengirim kembali tentara AS ke Pangkalan Udara Bagram yang strategis di Afghanistan. Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump berencana mengirim kembali tentara Amerika Serikat (AS) ke Pangkalan Udara Bagram yang strategis di Afghanistan. Alasannya, tempat itu dekat dengan lokasi China mengembangkan rudal nuklirnya.

"Joe Biden menyerahkannya...Saya pikir kita harus mendapatkannya kembali,” katanya, berbicara tentang kendaraan lapis baja dan Pangkalan Udara Bagram.

Pernyataan Trump disampaikan pada jumpa pers setelah pertemuan kabinet pertamanya sejak dia mengambil alih panglima tertinggi angkatan bersenjata AS.

Lebih spesifik tentang apa yang dimaksudnya, Trump mengatakan: "Yang sangat mengganggu saya adalah kita memberikan miliaran dan miliaran dolar ke Afghanistan, tidak ada yang tahu itu, namun, kita meninggalkan semua peralatan itu, yang tidak akan terjadi seandainya saya menjadi presiden saat itu."

Baca Juga: AS Uji ICBM Minuteman III, Rusia Kerahkan Rudal Nuklir RS-24 Yars

"Kami (AS) keluar di bawah kepresidenan saya. Saya adalah orang yang membuat kehadiran militer kita menjadi di bawah 5.000 [personel], tetapi kami akan mempertahankan (pangkalan udara) Bagram—bukan karena Afghanistan, tetapi karena China, karena pangkalan udara itu tepat satu jam dari tempat China membuat rudal nuklirnya. Jadi, kami akan mempertahankan Bagram," kata Trump, yang dilansir NDTV, Minggu (2/3/2025).

Dia melanjutkan dengan mengatakan: "Pangkalan Udara Bagram adalah salah satu pangkalan udara terbesar di dunia. Pangkalan itu memiliki salah satu landasan pacu terbesar dan terkuat. Beton dan baja yang sangat berat digunakan (untuk memperkuatnya). Apa pun bisa dibawa di sana. Dan kami menyerahkannya—dan Anda tahu siapa yang mendudukinya saat ini? China. Karena Biden menyerahkannya. Jadi, kami akan mempertahankannya."

Dia menambahkan bahwa militer AS akan melakukan penarikan semua peralatan yang tertinggal—sekitar 40.000 kendaraan lapis baja dan militer berat yang saat ini berada di tangan pemerintah Taliban di negara tersebut.

Trump mengatakan bahwa Afghanistan mampu bertahan karena miliaran dolar bantuan AS, dan oleh karena itu pemerintah Afghanistan yang sekarang harus mengembalikannya.

Pada bulan Agustus 2021, di tengah krisis yang semakin dalam di Afghanistan, Presiden AS saat itu Joe Biden membela langkahnya untuk menarik pasukan AS sepenuhnya dari negara yang dilanda perang itu, dengan mengatakan bahwa sejarah akan mencatat ini sebagai "keputusan yang logis, rasional, dan tepat".

Keputusan Joe Biden muncul 20 tahun setelah invasi AS ke Afghanistan menyusul serangan teror 9/11 di Amerika Serikat.

Perkiraan konservatif menunjukkan bahwa puluhan ribu nyawa melayang dalam perang 20 tahun di Afghanistan.

Belum ada tanggapan resmi, baik dari Taliban Afghanistan maupun dari China, yang dituduh Trump memiliki kehadiran militer di Afghanistan.

Pangkalan Udara Bagram awalnya dibangun oleh Uni Soviet selama Perang Dingin, kemudian digunakan AS untuk memperluas pengaruhnya di Afghanistan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay Umumkan Hari Libur Nasional
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Berita Terkini
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved