Umat Islam di Senegal Ini Nyeleneh, Tak Wajib Salat dan Puasa Ramadan

Minggu, 02 Maret 2025 - 09:13 WIB
Dia bersama salah seorang muridnya, Sheikh Ibrahima Fall (1855–1930), membentuk Persaudaraan Mouride menjadi gerakan Baye Fall yang berpengaruh, dan menetapkan prinsip dasar sekte yang dianut secara religius oleh para anggotanya hingga hari ini.

Umat Muslim Baye Fall menganggap diri mereka sebagai pengikut Sheikh Ibrahima Fall, dan menurut keyakinan mereka, kerja fisik, pelayanan, amal saleh, dan pengabdian kepada guru sufi (sheikh) seseorang, setara dengan ibadah wajib dalam Islam seperti salat lima waktu atau puasa Ramadan.

Sheikh Ibrahima Fall, salah satu murid terkemuka Sheikh Bamba, menganggap kerja sebagai bentuk pemujaan kepada Allah, dan memperkenalkan konsep tentang bagaimana seorang murid harus berinteraksi dengan sheikh-nya, berdasarkan contoh-contoh para sahabat Nabi Muhammad SAW, dan mengutip konsep-konsep yang disajikan dalam Surah Al-Hujurat d dalam Al-Qur’an untuk mendukung keyakinan mereka.

Gerakan Sheikh Fall secara bertahap akan memunculkan komunitas Baye Fall, banyak di antara mereka yang percaya untuk mengganti salat lima waktu dan ibadah wajib lainnya dengan kerja keras dan dedikasi.

Gaya Hidup Baye Fall



Terlepas dari praktik keagamaan yang berbeda, komunitas Baye Fall dikenal dengan pakaian tradisional mereka yang unik.

Mereka mengenakan pakaian compang-camping warna-warni, rambut mereka dikepang, disebut ndiange (rambut gimbal), yang biasanya mereka hiasi dengan manik-manik, kawat, atau tali buatan sendiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!