Umat Islam di Senegal Ini Nyeleneh, Tak Wajib Salat dan Puasa Ramadan

Minggu, 02 Maret 2025 - 09:13 WIB
Wanita-wanita Baye Fall biasanya ditutupi kain penutup kepala yang menjuntai dan terkadang diketahui mengenakan perhiasan buatan tangan yang terbuat dari barang-barang rumah tangga atau alam.

Para pria Fall juga membawa tongkat dan bertindak sebagai penjaga keamanan dalam ziarah tahunan Grand Magal ke Touba, dan juga dikenal sebagai musisi berbakat, karena akar sufi mereka, yang menganggap musik sebagai sarana untuk lebih dekat dengan Tuhan.

Mereka merupakan sebagian kecil dari 17 juta penduduk Senegal, negara yang sebagian besar Muslim di Afrika Barat.

"Filosofi masyarakat Baye Fall difokuskan pada pekerjaan. Itu seperti pekerjaan mistis, di mana kerja itu sendiri menjadi pengabdian kepada Tuhan," kata Maam Samba, salah satu pemimpin kelompok Baye Fall untuk wilayah Mbacke Kadior, kepada BBC.

Mereka merasa setiap kerja keras—seperti membajak ladang di bawah terik matahari, membangun sekolah, atau membuat barang—semuanya memiliki makna spiritual. Menurut mereka, bekerja bukan sekadar kewajiban; itu adalah tindakan meditasi, bentuk doa yang terus menerus.

"Pakaian tambal sulam melambangkan universalitas - Anda bisa menjadi Muslim dan tetap mempertahankan budaya Anda. Namun, jangan jadi orang yang memahaminya. Kami katakan jika Anda tidak menerima kritik, Anda tidak bisa maju," paparnya."

Meski percaya puasa Ramadan tidak wajib, ada anggota komunitas Baye Fall yang mendedikasikan diri untuk menyiapkan makanan buka puasa di masjid bagi komunitas muslim lain yang berpuasa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!