Bisakah Rusia dan AS Menulis Ulang Sejarah yang Penuh dengan Tawar Menawar?
Minggu, 23 Februari 2025 - 18:40 WIB
Bisakah Rusia dan AS Menulis Ulang Sejarah yang Penuh dengan Tawar Menawar?
1. Ilusi Barat yang Monolitik
Pembicaraan Riyadh telah mulai membongkar asumsi lama tentang apa yang seharusnya menjadi kesatuan "Barat kolektif". Selama bertahun-tahun, para pembuat kebijakan Rusia percaya bahwa politik global dikendalikan oleh satu struktur kekuatan "Anglo-Amerika" yang terpusat, yang beroperasi dengan lancar dari Washington hingga Brussels. Kenyataannya, seperti yang telah berulang kali ditunjukkan oleh era Trump, jauh lebih terfragmentasi.
"Amerika Trump bukanlah Amerika Joe Biden. Bahkan di dalam Washington, perpecahan yang dalam terlihat jelas. Sementara itu, Eropa Barat — yang telah lama dianggap sangat berpihak pada AS — kini mendapati dirinya berjuang dengan perselisihan internal dan kebencian atas tekanan Amerika," ungkap Andrey Kortunov, peneliti geopolitik Rusia, dilansir RT.
Baca Juga: Rusia Tetap Jadi Pemenang, Ukraina Kalah Memalukan
2. Memanfaatkan Peluang Perpecahanan Eropa dan AS
Bagi Rusia, fragmentasi ini merupakan sebuah peluang. Terurainya konsensus transatlantik menghadirkan peluang yang bahkan tidak ada setahun yang lalu.Tentu saja, skeptisisme tetap ada. Para kritikus akan berpendapat bahwa perjanjian apa pun dengan Washington adalah jebakan — bahwa AS akan membuat janji-janji besar hanya untuk mengingkarinya nanti, seperti yang telah terjadi di masa lalu. Bahwa begitu Rusia lengah, Barat akan kembali pada kebiasaan lamanya, yaitu berkhianat dan mengingkari kesepakatan.
Lihat Juga :