Bahrain Tolak Normalisasi dengan Israel Tanpa Negara Palestina Berdiri
Kamis, 03 September 2020 - 06:06 WIB
Pada 2002, mendiang Raja Abdullah menawarkan Israel normalisasi penuh dengan imbalan negara Palestina sesuai kesepakatan yang disebut Inisiatif Damai Arab.
Tawaran perdamaian itu tak pernah digubris oleh Israel. Rezim Zionis justru semakin memperluas aksi penjajahannya di tanah Palestina. (Baca Juga: Austria Jebloskan Seorang Komandan Hizbullah ke Penjara)
Pertimbangan keamanan menjadi salah satu alasan utama UEA menjalin normalisasi dengan Israel. UEA menyatakan kesepakatan normalisasi itu mencegah aneksasi wilayah Palestina oleh Israel. Namun Israel menyebut hanya menghentikan aneksasi secara sementara. (Baca Infografis: Yunani Lawan Turki, Prancis Pasok 18 Jet Tempur Rafale)
Para penentang kesepakatan itu menganggap tindakan UEA hanya membantu langkah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan kebrutalan rezim Zionis pada warga Palestina. (Lihat Video: Pegawai Positif Terpapar Covid-19 Balaikota Depok Ditutup Sementara)
Tawaran perdamaian itu tak pernah digubris oleh Israel. Rezim Zionis justru semakin memperluas aksi penjajahannya di tanah Palestina. (Baca Juga: Austria Jebloskan Seorang Komandan Hizbullah ke Penjara)
Pertimbangan keamanan menjadi salah satu alasan utama UEA menjalin normalisasi dengan Israel. UEA menyatakan kesepakatan normalisasi itu mencegah aneksasi wilayah Palestina oleh Israel. Namun Israel menyebut hanya menghentikan aneksasi secara sementara. (Baca Infografis: Yunani Lawan Turki, Prancis Pasok 18 Jet Tempur Rafale)
Para penentang kesepakatan itu menganggap tindakan UEA hanya membantu langkah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan kebrutalan rezim Zionis pada warga Palestina. (Lihat Video: Pegawai Positif Terpapar Covid-19 Balaikota Depok Ditutup Sementara)
(sya)
Lihat Juga :