Pemimpin Baru Suriah Ingin Memiliki Hubungan yang Harmonis dengan Rusia
Senin, 30 Desember 2024 - 14:35 WIB
Pemimpin baru Suriah ingin memiliki hubungan harmonis dengan Rusia. Foto/X/@sallyhayd
DAMASKUS - Pemerintah Suriah baru yang dipimpin oleh Hayat Tahrir-al-Sham (HTS) ingin tetap berhubungan baik dengan Rusia . Itu diungkapkan pemimpin de facto negara itu Ahmed Hussein al-Sharaa.
Dikenal juga dengan nama samaran Abu Mohammad al-Julani, ia menyarankan dalam sebuah wawancara dengan penyiar Al Arabiya pada hari Minggu bahwa pemerintahnya tidak akan selalu berusaha menarik instalasi militer Moskow dari negara itu.
Setelah kelompok militan di Suriah menguasai Damaskus dan memaksa mantan Presiden Bashar Assad mengundurkan diri, nasib pasukan Rusia yang ditempatkan di Suriah di pangkalan Khmeimim dan Tartus dipertanyakan.
Moskow mengoperasikan Pangkalan Udara Khmeimim dan pusat dukungan logistik di Tartus, keduanya terletak di pantai Mediterania negara itu. Pada tahun 2017, Rusia dan Suriah sepakat untuk menempatkan pasukan Moskow di sana selama 49 tahun.
Dikenal juga dengan nama samaran Abu Mohammad al-Julani, ia menyarankan dalam sebuah wawancara dengan penyiar Al Arabiya pada hari Minggu bahwa pemerintahnya tidak akan selalu berusaha menarik instalasi militer Moskow dari negara itu.
Setelah kelompok militan di Suriah menguasai Damaskus dan memaksa mantan Presiden Bashar Assad mengundurkan diri, nasib pasukan Rusia yang ditempatkan di Suriah di pangkalan Khmeimim dan Tartus dipertanyakan.
Moskow mengoperasikan Pangkalan Udara Khmeimim dan pusat dukungan logistik di Tartus, keduanya terletak di pantai Mediterania negara itu. Pada tahun 2017, Rusia dan Suriah sepakat untuk menempatkan pasukan Moskow di sana selama 49 tahun.
Lihat Juga :