3 Dampak Dampak Jika Kanada Ingin Bergabung dengan AS
Minggu, 29 Desember 2024 - 03:30 WIB
Kanada memiliki banyak positif jika bergabung dengan AS. Foto/X/@LeadingReport
WASHINGTON - Ide Presiden terpilih AS Donald Trump untuk mencaplok Kanada adalah peluang besar untuk berpikir tentang pembentukan persatuan sejati antara negara-negara tetangga. Itu diungkapkan investor Kanada dan bintang acara realitas TV Kevin O’Leary.
Ia melanjutkan dengan mengklaim bahwa banyak warga Kanada akan mendukung hubungan yang lebih dalam dengan tetangga selatan mereka.
Trump memicu kemarahan di Ottawa baru-baru ini ketika ia mengklaim bahwa Kanada akan mendapat manfaat dari menjadi “negara bagian ke-51” Amerika.
“Warga Kanada selama liburan – dua hari terakhir – telah membicarakan hal ini. Mereka ingin mendengar lebih banyak,” kata O’Leary kepada Fox Business.
"Pikirkan tentang kekuatan menggabungkan kedua ekonomi, menghapus perbatasan antara Kanada dan Amerika Serikat, dan menempatkan semua sumber daya itu ke perbatasan utara tempat Tiongkok dan Rusia mengetuk pintu," kata pengusaha itu.
Baca Juga: Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Akan Gempur Ukraina Lagi
Ia melanjutkan dengan mengklaim bahwa banyak warga Kanada akan mendukung hubungan yang lebih dalam dengan tetangga selatan mereka.
Trump memicu kemarahan di Ottawa baru-baru ini ketika ia mengklaim bahwa Kanada akan mendapat manfaat dari menjadi “negara bagian ke-51” Amerika.
“Warga Kanada selama liburan – dua hari terakhir – telah membicarakan hal ini. Mereka ingin mendengar lebih banyak,” kata O’Leary kepada Fox Business.
3 Dampak Dampak Jika Kanada Ingin Bergabung dengan AS
1. Memberikan Lebih Banyak Manfaat Ekonomi
Hubungan yang lebih dekat antara kedua negara Amerika Utara dapat memberikan manfaat, bahkan jika “jelas ada banyak masalah,” tambahnya. Menurut O'Leary, publik Kanada ingin "memahami apa sebenarnya usulan itu.""Pikirkan tentang kekuatan menggabungkan kedua ekonomi, menghapus perbatasan antara Kanada dan Amerika Serikat, dan menempatkan semua sumber daya itu ke perbatasan utara tempat Tiongkok dan Rusia mengetuk pintu," kata pengusaha itu.
Baca Juga: Putin Isyaratkan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Akan Gempur Ukraina Lagi
Lihat Juga :