AS Akui Tambah Tentaranya di Suriah Jadi 2.000 sebelum Rezim Assad Runtuh

Jum'at, 20 Desember 2024 - 10:22 WIB
Dia kemudian melakukan perjalanan ke Irak, menekankan komitmen AS untuk mengalahkan ISIS dan mengamankan mitranya di kawasan tersebut, termasuk Irak, Yordania, Lebanon, dan Israel.

Namun, serangan Turki terhadap pasukan SDF di Manbij dan Suriah utara telah menimbulkan kekhawatiran di Washington, khususnya di Pentagon.

SDF secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat nirawak MQ-9 Reaper Amerika setelah mengira itu adalah pesawat nirawak Turki minggu lalu.

AS dan Turki sebelumnya pernah berselisih mengenai penargetan pasukan SDF. Pada Desember 2022, Direktur CIA Bill Burns dilaporkan memperingatkan koleganya dari Turki bahwa serangan udara Ankara di Suriah membahayakan pasukan AS.

Pada Oktober 2023, sebuah jet tempur F-16 Amerika menembak jatuh pesawat nirawak Turki yang memasuki zona terlarang AS kurang dari setengah kilometer dari pasukan AS.

AS telah berulang kali memperingatkan Turki tentang risiko menerbangkan pesawat nirawak di dekat personel AS.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!