Kepemimpinan Baru Suriah Bekukan Konstitusi dan Parlemen selama 3 Bulan

Jum'at, 13 Desember 2024 - 20:15 WIB
Sementara itu, Mufti Libya, Sheikh Al-Sadeq Al-Gharyani, memperingatkan rakyat Suriah agar tidak menerima dukungan finansial dari aktor internasional, khususnya Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA), dengan meminta mereka mengingat apa yang terjadi di Mesir dan Libya.

Al-Ghariani menyarankan warga Suriah belajar dari pengalaman revolusi sebelumnya di Mesir, Libya, dan Tunisia.

Dia menyoroti negara-negara ini menghadapi tantangan yang signifikan karena pengaruh eksternal. “Warga Suriah harus waspada terhadap mereka yang saat ini berkuasa,” ungkap dia.

Dia menyatakan, “UEA dan Arab Saudi telah menginvestasikan sumber daya yang besar untuk melemahkan pemerintahan terpilih di Mesir dan Tunisia sambil memperburuk konflik seperti yang terjadi di Sudan.”

Dia menggarisbawahi peran Israel dan sekutunya sebagai hambatan bagi revolusi ini, dengan menegaskan apa yang terjadi di Libya dan Mesir merupakan kudeta, bukan transisi demokrasi sejati.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!