Kepemimpinan Baru Suriah Bekukan Konstitusi dan Parlemen selama 3 Bulan

Jum'at, 13 Desember 2024 - 20:15 WIB
Warga Suriah, memegang bendera dan meneriakkan slogan-slogan, di distrik Azaz, Aleppo, Suriah pada 15 Maret 2024. Foto/Hi?am Hac Ă–mer/Anadolu Agency
DAMASKUS - Pemerintah baru Suriah memutuskan membekukan konstitusi dan parlemen selama masa transisi tiga bulan, menurut seorang pejabat pemerintah kepada AFP.

"Komite hukum dan hak asasi manusia akan dibentuk untuk meninjau Konstitusi dan mengusulkan amandemen," ungkap juru bicara Hay'at Tahrir Al-Sham (HTS) Obaida Arnaout.



Pasukan oposisi Suriah yang merebut kekuasaan di Suriah pada hari Minggu telah menunjuk Mohammad Al-Bashir sebagai pemimpin pemerintahan transisi hingga 1 Maret 2025.

Al-Bashir sebelumnya memimpin Pemerintahan Keselamatan di kubu pemberontak Idlib, di barat laut Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!