Ketegangan Memanas, 34 Pesawat dan 16 Kapal Perang China Gertak Taiwan

Kamis, 12 Desember 2024 - 14:30 WIB
Tidak ada pengumuman oleh militer Beijing atau media pemerintah China tentang peningkatan aktivitas militer di Laut China Timur, Selat Taiwan, Laut China Selatan, atau pun Samudra Pasifik Barat.

Namun, tur Pasifik baru-baru ini oleh Presiden Taiwan Lai Ching-te yang mencakup dua pemberhentian di wilayah AS memicu kemarahan dari Beijing, yang mengeklaim pulau demokrasi itu sebagai bagian dari wilayah China.

Pejabat keamanan tersebut mengatakan bahwa China mulai merencanakan operasi maritim besar-besaran pada bulan Oktober dan bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka dapat mencekik Taiwan dan menarik "garis merah" di depan pemerintahan AS berikutnya.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa latihan laut tersebut jauh lebih besar daripada respons maritim Beijing terhadap kunjungan Ketua DPR AS saat itu Nancy Pelosi ke Taipei pada tahun 2022.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan pada hari Rabu bahwa peningkatan aktivitas militer China di sekitar pulau tersebut merupakan bukti bahwa Beijing adalah "pembuat onar".

Namun, Kementerian Luar Negeri China–yang juru bicaranya tidak membenarkan atau membantah bahwa latihan sedang berlangsung–menyalahkan Taiwan.

James Char, pakar militer China di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, mengatakan: "Diamnya Beijing berfungsi sebagai cara untuk menunjukkan bahwa Selat Taiwan serta perairan dan wilayah udara di sekitar pulau itu berada di bawah kedaulatan China–karenanya tidak perlu mengumumkan (latihan) itu untuk dunia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!