3 Bukti ISIS dan Al Qaeda Didukung Israel, Salah Satunya dari Pengakuan Eks Bos Mossad

Selasa, 10 Desember 2024 - 01:10 WIB
Baca Juga: Benarkah Presiden Joe Biden Klaim Ikut Berjasa Gulingkan Bashar Al Assad?

2. Pengakuan Eks Bos Mossad

Pada awal tahun 2016, mantan Kepala Mossad Efraim Halevy memberikan pengungkapan mengejutkan dalam wawancara bersama Al-Jazeera. Di sini, ia mengonfirmasi banyak hal, termasuk keterlibatan Israel yang menjalin aliansi taktis dengan Al-Qaeda di Suriah.

Mengutip MiddleEastMonitor, saat perang Suriah berkecamuk beberapa tahun lalu, Israel telah bekerja sama dengan kelompok pemberontak yang dipimpin Al-Qaeda di dekat Dataran Tinggi Golan. Mereka membantu pemberontak anti-pemerintah di sana, termasuk Al-Qaeda.

Bantuan tersebut terutama berupa perawatan bagi pejuang Al-Qaeda yang terluka. Setelah mengobati mereka, Israel dengan sukarela bahkan membebaskan para pejuang itu untuk kembali ke Suriah dan melanjutkan pertempuran.

Halevy dalam wawancaranya menyebut pertimbangan Israel membantu Al Qaeda adalah karena kelompok itu selama ini belum pernah menyerang Tel Aviv. Meski ada sedikit motivasi kemanusiaan di balik perawatan Israel terhadap para serdadu Al Qaeda, ia terpaksa mengakui bahwa ada beberapa pertimbangan “taktis” juga.

Kemudian, Halevy membandingkan tindakan Israel jika di hadapannya itu adalah serdadu Hizbullah. Alih-alih memberi perawatan, Tel Aviv enggan memakai cara seperti itu dan pasti lebih memilih untuk membunuh atau menjadikan mereka tawanan.

"Kami punya penjelasan yang berbeda untuk mereka (Hizbullah)." ucap Halevy.

Lebih jauh, Halevy menyebut perbedaan antara Hizbullah dan Al Qaeda. Bagi Israel, memerangi Hizbullah adalah prioritas utama, sementara Al Qaeda berbeda karena mereka tidak memiliki riwayat pertikaian dengan Tel Aviv.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!