Benarkah Presiden Joe Biden Klaim Ikut Berjasa Gulingkan Bashar Al Assad?

Senin, 09 Desember 2024 - 16:07 WIB
HTS, salah satu kelompok yang mengambil alih Damaskus pada hari Minggu, sebelumnya dikenal sebagai Jabhat al-Nusra, afiliasi Al-Qaeda Suriah. Perang tersebut semakin parah pada tahun 2014 ketika kelompok teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) muncul sebagai ancaman regional di tengah runtuhnya keamanan di Suriah.

Baca Juga: Ambil Kesempatan Kekosongan Pemerintahan, Israel Caplok Banyak Wilayah Suriah

3. AS Sudah Jatuhkan Sanksi ke Assad

Dalam pidatonya, Biden menyoroti sanksi terhadap Suriah, serta kehadiran militer AS di negara itu dan dukungannya terhadap milisi Kurdi di timur laut, yang menolak akses Damaskus ke tanah subur dan ladang minyak di bawah kendali mereka. AS juga telah mendukung Israel dalam kampanye militernya di Gaza dan Lebanon serta konfrontasi langsungnya dengan Iran, Biden menambahkan.

"Pendekatan kami telah mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah," kata Biden, mencerminkan pernyataan serupa oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Bide mengklaim melalui kombinasi dukungan dari mitra kami, sanksi, diplomasi, dan kekuatan militer yang ditargetkan jika diperlukan, sekarang melihat peluang baru terbuka bagi rakyat Suriah dan seluruh wilayah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!