Apakah Rusia Dukung Bashar al-Assad?

Senin, 09 Desember 2024 - 14:35 WIB
Rusia pertama kali mengintervensi konflik Suriah pada tahun 2015, dengan tujuan untuk mengubah jalannya perang yang mulai tidak menguntungkan bagi rezim Assad.

Pada saat itu, pasukan oposisi dan kelompok pemberontak mulai menguasai banyak wilayah strategis di Suriah.

Melalui intervensi udara yang intensif, Rusia membantu pasukan Assad merebut kembali wilayah-wilayah yang hilang, termasuk kota Aleppo yang sangat penting secara simbolis dan strategis.

Rusia juga menyediakan berbagai bantuan militer lainnya, seperti senjata, pelatihan, dan perangkat militer canggih, termasuk pesawat tempur dan sistem pertahanan udara. Ini memungkinkan pasukan Assad untuk mempertahankan kontrol atas wilayah-wilayah kunci, meskipun menghadapi perlawanan keras dari kelompok oposisi yang disokong oleh negara-negara Barat dan negara-negara Arab.

2. Dukungan Diplomatik di PBB dan Forum Internasional



Selain dukungan militer, Rusia juga memberikan dukungan diplomatik yang sangat penting bagi rezim Bashar al-Assad.

Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Rusia sering kali menggunakan hak veto untuk mencegah resolusi yang dapat merugikan pemerintah Suriah.

Sebagai contoh, Rusia memveto berbagai resolusi yang menyerukan pengakhiran kekerasan terhadap warga sipil dan penyelidikan terhadap serangan senjata kimia oleh pasukan Assad.

Dukungan diplomatik Rusia juga terlihat dalam upaya-upaya untuk membentuk forum-forum perdamaian, seperti Astana Process, yang mengumpulkan delegasi dari Suriah, Iran, Turki, dan Rusia untuk membahas solusi politik untuk konflik Suriah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!