Ingin Palsukan Sejarah, Arkeolog dan Tentara Israel Malah Tewas di Lebanon Selatan

Sabtu, 23 November 2024 - 12:30 WIB
Pada hari Senin, UNESCO mengumumkan mereka menempatkan 34 situs budaya di Lebanon yang terancam oleh pemboman Israel di bawah "perlindungan sementara yang diperkuat" dan memberikan bantuan keuangan darurat untuk melindungi warisan budaya Lebanon dari pemboman Israel.

Al-Murtada mengatakan Erlich memasuki kota Shama di Lebanon selatan, bersenjata dan dikawal oleh pasukan Israel, untuk memeriksa tempat suci Nabi Shamoun dan secara keliru mengklaim tempat itu adalah "warisan Israel".

Dia menekankan, “Kedatangan Erlich di situs sejarah tersebut menegaskan sekali lagi sifat ekspansionis agresif dari entitas (Israel) melalui pendudukan tanah, sejarah, dan warisan Lebanon."

"Sejarah Israel yang dituduhkan di tanah kami tidak lebih dari sekadar mitos yang tidak ada hubungannya dengan kebenaran sejarah yang sebenarnya," tegas Menteri Lebanon tersebut.

Menurut media Israel, Erlich adalah pemukim terkenal yang tinggal di pemukiman Yahudi di Tepi Barat yang diduduki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!