Tuding NYPD Berkonspirasi Bunuh Malcolm X, Keluarga Tuntut Ganti Rugi Rp1,6 Triliun

Sabtu, 16 November 2024 - 07:17 WIB
"Kami siap untuk pertarungan ini," kata Crump.

Shabazz, putri Malcolm, mengatakan bahwa keluarganya berjuang "terutama untuk ibu kami" yang mengalami serangan kekerasan saat Malcolm masih hidup dan, sebagai perawat terdaftar, berusaha memberikan perawatan medis ketika ia ditembak mati.

"Ia mengubah tempat ini, yang melambangkan trauma, tragedi, dan mengubahnya menjadi tempat kemenangan, bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang lain agar menjadi penerima manfaat dari pekerjaan ayah saya, generasi muda ini untuk meneruskan pekerjaan ini sehingga kita bisa mendapatkan kebenaran dan keadilan bagi semua orang yang telah dibunuh secara salah," katanya selama jumpa pers yang diadakan di bekas lokasi pembunuhan ayahnya, yang sekarang didedikasikan kembali sebagai Malcolm X dan Dr. Betty Shabazz Memorial and Educational Centre.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!