10 Fakta Yahya Sinwar, Pemimpin Hamas yang Diklaim telah Meninggal di Tangan Israel

Jum'at, 18 Oktober 2024 - 16:45 WIB
Ia berusaha menghukum sesama tahanan yang ia curigai sebagai informan dan pernah memaksa sekitar 1.600 tahanan untuk melakukan mogok makan.

Sinwar juga menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk mempelajari apa saja tentang musuh-musuhnya di Israel, membaca surat kabar Israel, dan fasih berbahasa Ibrani dalam prosesnya.

9. Pembebasan Yahya Sinwar Ditukar Pasukan IDF



Pembebasan Sinwar merupakan bagian dari pertukaran tahanan tingkat tinggi untuk Gilad Shalit yang merupakan prajurit Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Dia telah diculik oleh Hamas pada tahun 2006 saat ia ditempatkan di perbatasan.

Pada hari yang sama ketika Shalit dibebaskan ke Israel, Sinwar termasuk dalam kelompok tahanan Palestina pertama yang dikembalikan ke Jalur Gaza.

10. Terpilih sebagai Pemimpin Hamas



Pada bulan April 2012, beberapa bulan setelah pembebasannya, Sinwar terpilih sebagai anggota biro politik Hamas di Jalur Gaza.

Sayangnya pada masa itu Hamas telah dilemahkan oleh konflik dengan Israel, dan kemampuannya untuk menyediakan barang dan jasa telah terhalang oleh keterasingannya.

Dalam konteks inilah Sinwar terpilih sebagai kepala Hamas di Jalur Gaza pada tahun 2017. Bagi orang Israel, Sinwar adalah sosok yang mengerikan.

Juru bicara utama tentara Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, menyebutnya sebagai pembunuh "yang membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Hamas lebih buruk daripada ISIS," merujuk pada kelompok Negara Islam.

Baca juga: Momen Terkenal Yahya Sinwar Bilang Tak Akan Kedipkan Mata Jika Dibunuh Israel
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!