Kurang dari 20 Pangeran Arab Saudi Positif COVID-19
Sabtu, 02 Mei 2020 - 11:01 WIB
Pangeran senior Kerajaan Arab Saudi, Turki al-Faisal. Foto/Middle East Monitor/Twitter
RIYADH - Kurang dari 20 pangeran Kerajaan Arab Saudi telah positif terinfeksi virus corona baru, COVID-19. Data ini diungkap anggota senior keluarga kerajaan yang juga mantan kepala intelijen Saudi, Pangeran Turki al-Faisal.
Komentar al-Faisal disampaikan dalam sebuah artikel berjudul "Coronavirus thoughts" untuk menanggapi laporan baru-baru ini oleh New York Times tentang ratusan bangsawan Saudi yang terinfeksi virus tersebut.
Pada 8 April 2020, surat kabar Amerika Serikat itu menulis Gubernur Riyadh berada dalam perawatan intensif karena coronavirus dan menambahkan bahwa anggota keluarga kerajaan lainnya juga sakit.
"Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus, termasuk anggota cabang yang lebih rendah," tulis surat kabar itu, mengutip sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan.
Namun Pangeran Turki al-Faisal sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Sabtu (2/5/2020), menggambarkan laporan New York Times itu sebagai "fitnah".
Menanggapi klaim New York Times bahwa rumah sakit elite Saudi—yang merawat bangsawan—menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur untuk masuknya anggota keluarga lainnya yang kemungkinan terinfeksi, kerajaan menegaskan bahwa rumah sakit tidak hanya diperuntukkan untuk perawatan para bangsawan, tapi juga terbuka untuk semua warga negara.
Komentar al-Faisal disampaikan dalam sebuah artikel berjudul "Coronavirus thoughts" untuk menanggapi laporan baru-baru ini oleh New York Times tentang ratusan bangsawan Saudi yang terinfeksi virus tersebut.
Pada 8 April 2020, surat kabar Amerika Serikat itu menulis Gubernur Riyadh berada dalam perawatan intensif karena coronavirus dan menambahkan bahwa anggota keluarga kerajaan lainnya juga sakit.
"Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus, termasuk anggota cabang yang lebih rendah," tulis surat kabar itu, mengutip sumber yang dekat dengan keluarga kerajaan.
Namun Pangeran Turki al-Faisal sebagaimana dikutip Middle East Monitor, Sabtu (2/5/2020), menggambarkan laporan New York Times itu sebagai "fitnah".
Menanggapi klaim New York Times bahwa rumah sakit elite Saudi—yang merawat bangsawan—menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur untuk masuknya anggota keluarga lainnya yang kemungkinan terinfeksi, kerajaan menegaskan bahwa rumah sakit tidak hanya diperuntukkan untuk perawatan para bangsawan, tapi juga terbuka untuk semua warga negara.
Lihat Juga :