Warga Sri Lanka Pilih Pemimpin Baru untuk Atasi Krisis Ekonomi dan Politik
Sabtu, 21 September 2024 - 11:37 WIB
Pemerintah mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah melewati rintangan terakhir dalam restrukturisasi utang dengan mencapai kesepakatan pada prinsipnya dengan pemegang obligasi swasta.
Utang lokal dan luar negeri Sri Lanka berjumlah USD83 miliar pada saat gagal bayar, dan pemerintah mengatakan sekarang telah merestrukturisasi lebih dari USD17 miliar.
Baca Juga: Rusia Rilis Daftar 47 Negara yang Berstatus Musuh, Siapa Saja?
Meskipun ada peningkatan signifikan dalam angka-angka ekonomi utama, warga Sri Lanka berjuang di bawah pajak dan biaya hidup yang tinggi.
Baik Premadasa maupun Dissanayake mengatakan mereka akan merundingkan kembali kesepakatan IMF untuk membuat langkah-langkah penghematan lebih dapat ditanggung. Wickremesinghe telah memperingatkan bahwa setiap langkah untuk mengubah dasar-dasar perjanjian dapat menunda pencairan tahap keempat dari hampir USD3 miliar bantuan yang dijanjikan oleh IMF yang penting untuk menjaga stabilitas.
Utang lokal dan luar negeri Sri Lanka berjumlah USD83 miliar pada saat gagal bayar, dan pemerintah mengatakan sekarang telah merestrukturisasi lebih dari USD17 miliar.
Baca Juga: Rusia Rilis Daftar 47 Negara yang Berstatus Musuh, Siapa Saja?
Meskipun ada peningkatan signifikan dalam angka-angka ekonomi utama, warga Sri Lanka berjuang di bawah pajak dan biaya hidup yang tinggi.
Baik Premadasa maupun Dissanayake mengatakan mereka akan merundingkan kembali kesepakatan IMF untuk membuat langkah-langkah penghematan lebih dapat ditanggung. Wickremesinghe telah memperingatkan bahwa setiap langkah untuk mengubah dasar-dasar perjanjian dapat menunda pencairan tahap keempat dari hampir USD3 miliar bantuan yang dijanjikan oleh IMF yang penting untuk menjaga stabilitas.
Lihat Juga :