Rusia Rilis Daftar 47 Negara yang Berstatus Musuh, Siapa Saja?
Sabtu, 21 September 2024 - 08:20 WIB
loading...
Rusia rilis daftar 47 negara yang berstatus musuh. Foto/AP
A
A
A
MOSKOW - Moskow telah membuat daftar 47 negara yang "sikap destruktifnya" bertentangan dengan nilai-nilai Rusia , membuka jalan bagi warga negara mereka untuk mencari suaka di Rusia jika mereka menginginkannya.
Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit bulan lalu yang mengizinkan orang asing yang memiliki nilai-nilai tradisional Rusia dan tidak setuju dengan agenda "neoliberal" yang didorong oleh pemerintah mereka sendiri untuk mengajukan permohonan tempat tinggal.
Pada hari Jumat, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menerbitkan daftar negara dan wilayah yang "menerapkan kebijakan yang memaksakan sikap ideologis neoliberal yang merusak yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan moral tradisional Rusia."
Daftar yang diunggah di portal pemerintah Rusia mencakup negara dan wilayah berikut:
Australia, Austria, Albania, Andorra, Bahama, Belgia, Bulgaria, Inggris, Jerman, Yunani, Denmark, Irlandia, Islandia, Spanyol, Italia, Kanada, Siprus, Latvia, Lithuania, Lichtenstein, Luksemburg, Malta, Mikronesia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Rumania, San Marino, Makedonia Utara, Singapura, AS, Taiwan Ukraina, Finlandia, Prancis, Kroasia, Montenegro, Republik Ceko, Swiss, Swedia, Estonia, dan Jepang.
Yang tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah negara anggota UE dan NATO, Slowakia dan Hongaria, serta negara anggota NATO, Turki.
Baca Juga: 5 Misteri Serangan Pager dan Walkie-Talkie Hizbullah, Salah Satunya Operasi Intelijen yang Terkoordinasi
Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit bulan lalu yang mengizinkan orang asing yang memiliki nilai-nilai tradisional Rusia dan tidak setuju dengan agenda "neoliberal" yang didorong oleh pemerintah mereka sendiri untuk mengajukan permohonan tempat tinggal.
Pada hari Jumat, Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin menerbitkan daftar negara dan wilayah yang "menerapkan kebijakan yang memaksakan sikap ideologis neoliberal yang merusak yang bertentangan dengan nilai-nilai spiritual dan moral tradisional Rusia."
Daftar yang diunggah di portal pemerintah Rusia mencakup negara dan wilayah berikut:
Australia, Austria, Albania, Andorra, Bahama, Belgia, Bulgaria, Inggris, Jerman, Yunani, Denmark, Irlandia, Islandia, Spanyol, Italia, Kanada, Siprus, Latvia, Lithuania, Lichtenstein, Luksemburg, Malta, Mikronesia, Monako, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Polandia, Portugal, Korea Selatan, Rumania, San Marino, Makedonia Utara, Singapura, AS, Taiwan Ukraina, Finlandia, Prancis, Kroasia, Montenegro, Republik Ceko, Swiss, Swedia, Estonia, dan Jepang.
Yang tidak tercantum dalam daftar tersebut adalah negara anggota UE dan NATO, Slowakia dan Hongaria, serta negara anggota NATO, Turki.
Baca Juga: 5 Misteri Serangan Pager dan Walkie-Talkie Hizbullah, Salah Satunya Operasi Intelijen yang Terkoordinasi
Lihat Juga :