Cegah Ledakan Pager Kembali Terulang, Rusia Minta Pembatasan Akses Perusahaan Teknologi

Sabtu, 21 September 2024 - 10:20 WIB
Sebagai tanggapan, Rusia mengadvokasi mekanisme kerja sama internasional yang melindungi kedaulatan dan keamanan negara sesuai dengan Piagam PBB, sekaligus juga membina lingkungan digital yang aman dan independen, tegasnya.

"Sangat penting untuk meminta pertanggungjawaban raksasa TI atas produk-produk mereka, memastikan bahwa perusahaan-perusahaan mencegah masuknya pintu belakang yang berbahaya ke dalam perangkat lunak. Inilah sebabnya kami mendesak masyarakat global untuk mengembangkan alat-alat yang universal dan mengikat secara hukum di bidang keamanan informasi internasional," tegasnya.

Pada hari Selasa dan Rabu, 37 orang tewas dan lebih dari 3.250 lainnya, termasuk wanita dan anak-anak, terluka dalam serangkaian ledakan yang melibatkan perangkat komunikasi nirkabel, termasuk pager dan radio dua arah.

Baca Juga: Rusia Rilis Daftar 47 Negara yang Berstatus Musuh, Siapa Saja?

Kemudian, sebuah laporan berita Hongaria menyatakan bahwa Norta Global yang berbasis di Bulgaria terlibat dalam penjualan pager kepada kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon.

Sebelumnya pada hari Jumat, polisi Norwegia mengumumkan telah meluncurkan penyelidikan awal terhadap sebuah perusahaan yang berbasis di Bulgaria yang dimiliki oleh seorang warga negara Norwegia terkait dengan ledakan pager.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!