Apa Itu Perang Pistachio antara Iran dan AS?

Minggu, 08 September 2024 - 21:55 WIB
Saat ini, pistachio diproduksi di 27 provinsi di seluruh negeri. Kerman, provinsi terbesar kedua di Iran, merupakan daerah budidaya utama dengan luas 270.000 hektar yang menghasilkan 45-50% dari keseluruhan produksi pistachio.

Kekeringan yang terjadi selama bertahun-tahun akibat perubahan iklim dan menurunnya kualitas air tanah telah mendorong pemerintah untuk membantu mengalihkan produksi ke wilayah lain di Iran yang memiliki lebih banyak air, seperti wilayah barat.

2. Permintaan Ekspor Terus Meningkat

Upaya berkelanjutan untuk memperluas budidaya pistachio di wilayah baru dan meningkatkan praktik pertanian didorong oleh permintaan global yang terus meningkat di mana pertanian, pemrosesan pasca panen, dan perdagangan pistachio telah berubah menjadi industri yang kompetitif.

Akibatnya, negara-negara yang memiliki kondisi iklim dan geografis yang sesuai untuk budidaya pistachio menciptakan kebun buah baru.

Baca Juga: Tuntut Pembebasan Sandera, 750.000 Demonstran Lumpuhkan Tel Aviv

3. Bersaing dengan AS dan Turki

Amerika Serikat, Iran, dan Turki bersama-sama menghasilkan 88% dari total produksi pistachio dunia. Negara-negara lain seperti Suriah, Yunani, Italia, dan Spanyol juga terlibat dalam budidaya pistachio, tetapi produksinya seringkali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Hingga tahun 2000, Iran menguasai sekitar 80% pasar pistachio dunia, tetapi pangsa pasar tersebut secara bertahap menurun selama bertahun-tahun dan pada tahun 2017, negara tersebut menyamai Amerika Serikat untuk produksi terbesar dengan skala yang menguntungkan Amerika – 225.000 metrik ton versus 275.000 ton. Pada tahun 2022, pangsa pasar Iran berkurang setengahnya, sementara ekspor pistachio AS melonjak tiga kali lipat ke rekor tertinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!