Polisi Israel Gunakan Kekerasan saat Kaum Yahudi Ortodoks Protes Wajib Militer
Kamis, 22 Agustus 2024 - 18:01 WIB
Wajib militer wajib bagi sebagian besar warga negara Israel, baik pria maupun wanita diharuskan untuk bertugas antara 24 dan 32 bulan di IDF.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperkirakan pada Juni bahwa IDF sangat membutuhkan 10.000 rekrutan tambahan.
Pada Rabu pagi (21/8/2024), sejumlah pria ultra-Ortodoks berkumpul di luar kantor perekrutan IDF tempat para wajib militer yang menerima panggilan wajib lapor.
Mereka melakukan aksi duduk di tengah jalan, menghalangi lalu lintas. Para pengunjuk rasa membawa plakat, meneriakkan slogan-slogan dan doa-doa keagamaan.
"Kami akan mati dan tidak akan mendaftar, Nazi," dan "Masuk penjara dan bukan tentara" termasuk di antara pesan-pesan tersebut, sebagaimana dilaporkan Times of Israel.
Ada banyak polisi yang berjaga di lokasi tersebut, termasuk petugas berkuda dengan perlengkapan anti huru hara.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperkirakan pada Juni bahwa IDF sangat membutuhkan 10.000 rekrutan tambahan.
Pada Rabu pagi (21/8/2024), sejumlah pria ultra-Ortodoks berkumpul di luar kantor perekrutan IDF tempat para wajib militer yang menerima panggilan wajib lapor.
Mereka melakukan aksi duduk di tengah jalan, menghalangi lalu lintas. Para pengunjuk rasa membawa plakat, meneriakkan slogan-slogan dan doa-doa keagamaan.
"Kami akan mati dan tidak akan mendaftar, Nazi," dan "Masuk penjara dan bukan tentara" termasuk di antara pesan-pesan tersebut, sebagaimana dilaporkan Times of Israel.
Ada banyak polisi yang berjaga di lokasi tersebut, termasuk petugas berkuda dengan perlengkapan anti huru hara.
Lihat Juga :