Apakah Iran dan Irak Bermusuhan?

Senin, 19 Agustus 2024 - 19:50 WIB
Saddam Hussein, pemimpin Baghdad, menyatukan Amerika dan Iran untuk pertama kalinya sejak 1979. Memang, kedua negara sangat membenci Saddam Hussein.

"Iran bertukar informasi intelijen dengan Amerika. Dengan demikian, di bawah naungan Garda Revolusi, Brigade Badr mampu mengumpulkan informasi intelijen tentang keberadaan unit darat Irak dan pertahanan antipesawat untuk Amerika di Irak selatan," kata Buzat.

Amerika dan Iran memiliki visi yang sama tentang Irak. Irak harus tetap stabil demi keamanan kawasan. Iran menekan kelompok Syiah Irak untuk berpartisipasi dalam upaya rekonstruksi politik negara itu sementara harus menyelamatkan mitra Amerika.

3. Campur Tangan Agresif Iran

Strategi Iran di Irak jelas. Irak yang dibentuk secara berlebihan oleh demokrasi Barat menimbulkan ancaman karena dapat memungkinkan Amerika menggunakan wilayahnya untuk melakukan serangan terhadap Iran.

Iran kemudian akan dengan cekatan memanfaatkan destabilisasi Baghdad untuk menunjukkan bahwa Amerika tidak mampu menegakkan ketertiban di Irak sambil mendukung para pemimpin Syiah Irak yang, pada bagian mereka, akan memberikan keamanan di jalan-jalan Irak. Untuk melaksanakan strategi yang cekatan ini, Iran akan mengandalkan berbagai elemen.

Ada beberapa partai Syiah di Irak, tetapi ada perbedaan di antara mereka. Gerakan Sadrist lebih fokus pada nasionalisme Irak dan menolak campur tangan Iran di negara tersebut. Pada bulan Mei 2006, pemerintahan pascaperang pertama di Irak dibentuk dan dipimpin oleh Nouri Al-Maliki yang beragama Syiah.

Presiden Ahmadinejad mengunjungi Irak, yang menandai dimulainya rekonsiliasi resmi. Iran juga merupakan negara pertama yang mengakui pemerintahan pasca-Saddam Hussein. Iran telah menjadi pemain utama dalam politik Irak, tetapi juga memfokuskan perhatiannya untuk memastikan bahwa Irak yang kuat seperti yang ada di bawah Hussein tidak akan pernah terwujud.

Baca Juga: Iran Diperkirakan Akan Tunda Serangan ke Israel, Apa Pemicunya?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!