Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama
Minggu, 30 Agustus 2020 - 06:00 WIB
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 26 orang
Pemerintah Arab Saudi dikenal represif terhadap jurnalis yang kritis terhadap pemerintah. Sepanjang 2018 hingga 2019, negeri petro dollar membui sebanyak 26 pewarta karena berbagai sebab.
Salah satu contoh bagaimana represifnya rezim Arab Saudi terhadap wartawan terlihat dalam kasus terbunuhnya jurnalis Jamal Khashoggi, pada 2 Oktober 2018. (Baca juga: PBB: Pangeran Mahkota Saudi Tersangka Utama Pembunuhan Khashoggi)
5. Eritrea
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 16 orang
Eritrea berada di peringkat kelima dalam daftar negara dengan tahanan jurnalis tertinggi. Saat ini, 16 wartawan dikurung di penjara di seluruh negeri. Beberapa blogger dan jurnalis lainnya juga telah dibungkam oleh pihak berwenang.
Beberapa jurnalis yang dipenjara di Eritrea adalah Idris Abba Arre dan Seyoum Tsehaye. Sebagian besar jurnalis dipenjara tanpa menjalani persidangan.
6. Vietnam
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 12 orang
Sepanjang tahun 2018-2019, pemerintah Vietnam memenjarakan sebanyak 12 wartawan. Lingkungan media di negeri tetangga Laos itu dinilai sebagai salah satu yang paling keras di Asia.
Freedom Institute menyebut Status Kebebasan Pers di Vietnam adalah 'tidak bebas'. Negeri yang pernah terbagi menjadi dua itu menempati posisi buncit dalam indeks Kebebasan Pers, tepatnya ranking 176 dari 180 negara. Reporters Without Borders menyebut ada peningkatan tajam teror terhadap jurnalis di Vietnam. (Lihat grafis: Head to Head Leopard A24 TNI vs T90S Vietnam, Mana Lebih Unggul?)
7. Iran
Jumlah jurnalis yang dipenjara : 11 orang
Reporters Without Borders menyebut indeks Kebebasan Pers Iran telah merosot lebih jauh ke urut terbawah karena meningkatnya penangkapan wartawan dan jurnalis warga Iran. Kebebasan pers negara tetangga Irak itu turun enam peringkat ke urutan 170 dari 180 negara.
Lihat Juga :