Rezim Otoriter Pembungkam Jurnalis Dunia, China Urutan Pertama

Minggu, 30 Agustus 2020 - 06:00 WIB
Penurunan ini dikaitkan dengan penangkapan terhadap "jurnalis profesional dan non profesional, terutama yang mengunggah di jejaring sosial" pada 2018. Laporan itu menggambarkan Iran sebagai salah satu negara di dunia yang paling banyak memenjarakan jurnalis.

Wartawan yang ditahan sering dituduh menyebarkan propaganda dan pelanggaran keamanan nasional karena memposting komentar kritis mengenai pemerintah melalui media sosial. (Baca juga: Dua Penyiar TV Pemerintah Iran Mundur: 'Maaf, 13 Tahun Saya Bohong')

8. Rusia



Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang

Reporters Without Borders, menempatkan Rusia pada peringkat ke 149 dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2019. Pada 2019 ratusan pemrotes melakukan unjuk-rasa di depan sebuah penjara di mana polisi menahan Ivan Golunov, reporter untuk Meduza, sebuah penerbitan independen.

Dia dituduh mengoperasikan laboratorium narkotika di rumahnya. Golunov yang melaporkan kasus-kasus korupsi pemerintah Rusia, menolak tuduhan itu dan menegaskan bahwa tuduhan itu direkayasa. (Baca juga: Jurnalis Ditahan Karena Narkoba, Pengacara Yakin Itu Jebakan)

9. Kamerun



Jumlah jurnalis yang dipenjara : 7 orang

Kebebasan pers terus merosot di Kamerun terlebih setelah terpilihnya kembali Presiden Paul Biya untuk masa jabatan ketujuh pada Oktober 2018. Berkuasanya kembali Biya ditandai dengan banyak pelanggaran terhadap jurnalis dan media.

Para reporter menjadi sasaran ancaman, serangan, intimidasi dan penangkapan baik selama pemilu maupun ketika hasilnya diperdebatkan. UU Terorisme 2014 digunakan untuk menahan koresponden Radio France Internationale selama dua setengah tahun.

10. Azerbaijan



Jumlah jurnalis yang ditahan : 6 orang

Tidak hanya menghancurkan semua bentuk pluralisme, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah melancarkan perang terhadap para pengkritiknya sejak 2014. Jurnalis dan blogger independen dipenjara dengan alasan yang tidak masuk akal jika mereka berseberangan dengan pemerintah.

Dalam upaya membungkam jurnalis yang terus melawan di pengasingan, pihak berwenang mengganggu anggota keluarga mereka yang masih di Azerbaijan.

Sumber: forbes.com, www.wordlatlas.com
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!