Carut Marut Bangladesh, Ini Pemimpin yang Didukung AS Menggantikan Sheikh Hasina

Rabu, 07 Agustus 2024 - 07:10 WIB
“Dalih pinjaman mikro adalah bahwa Anda akan melakukan pengentasan kemiskinan dengan membebani orang miskin dengan lebih banyak utang. Sekarang, itu sudah salah kaprah. Namun, pada dasarnya, yang Anda lakukan adalah memasukkan utang ke sektor-sektor masyarakat miskin. Ini seperti INF mikro granular untuk orang-orang yang sangat, sangat miskin,” papar Noh.

Dia menekankan, “Ini adalah bentuk pinjaman mikro dan sangat, Anda tahu, kejam. Namun, ini sesuai dengan logika keterasingan kontradiksi kapitalis semacam ini.”

“Dan inilah mengapa kelas neoliberal imperialis yang berkuasa menyukainya. Anda tahu, dia disebut dan digambarkan dengan baik dalam dokumen-dokumen WikiLeaks. Anda dapat melihat bahwa konsul jenderal AS (mencari) potensinya. Dan, sekarang tampaknya waktunya telah tiba. Ia telah dewasa. Jadi, saya pikir ia pasti yang difavoritkan. Sangat aneh bahwa para mahasiswa yang seharusnya memiliki kecenderungan Islamis ini meminta Tuan Keuangan Mikro,” ungkap dia.

“Karena, ingat ... keuangan mikro tidak halal. Anda tahu, itu riba,” tegas dia.

Presiden Mohammed Shahabuddin telah membubarkan Parlemen sesuai batas waktu yang diminta oleh para pengunjuk rasa.

Sebanyak 99 orang tewas dalam aksi protes antara Senin dan Selasa, menurut laporan media berita AS.

Jumlah korban tewas diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang setelah aksi protes yang diwarnai kekerasan tersebut.

Baca juga: Hamas Tunjuk Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Baru setelah Pembunuhan Ismail Haniyeh
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!