Badai Dahsyat Jatuhkan Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS
Kamis, 18 Juli 2024 - 11:35 WIB
Baca Juga: China Tunda Perundingan Senjata Nuklir dengan AS, Protes soal Taiwan
Hochul, dalam konferensi pers, mengatakan badai tersebut telah menghancurkan empat bangunan dan menyebabkan kerusakan struktural besar pada 22 bangunan lainnya.
Menurutnya, badai itu begitu dahsyat sehingga menjatuhkan pesawat pengebom B-52 seberat 185.000 pon (83.000 kg) dari platformnya di Pangkalan Angkatan Udara Griffiss. Pesawat itu mampu membawa bom nuklir.
“Anda tidak dapat membayangkan dampak melihat dari langit betapa besarnya kerusakan yang terjadi. Ketika Anda melihat seluruh petak pohon tumbang seperti tusuk gigi, dan kemudian rumah-rumah—atapnya hilang,” kata Hochul, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/7/2024).
Dia berbicara di depan Gereja St Mary, yang dibangun pada tahun 1862 menurut situs gereja, dengan sebagian besar atapnya terkoyak oleh badai.
Hochul, dalam konferensi pers, mengatakan badai tersebut telah menghancurkan empat bangunan dan menyebabkan kerusakan struktural besar pada 22 bangunan lainnya.
Menurutnya, badai itu begitu dahsyat sehingga menjatuhkan pesawat pengebom B-52 seberat 185.000 pon (83.000 kg) dari platformnya di Pangkalan Angkatan Udara Griffiss. Pesawat itu mampu membawa bom nuklir.
“Anda tidak dapat membayangkan dampak melihat dari langit betapa besarnya kerusakan yang terjadi. Ketika Anda melihat seluruh petak pohon tumbang seperti tusuk gigi, dan kemudian rumah-rumah—atapnya hilang,” kata Hochul, seperti dikutip Reuters, Kamis (18/7/2024).
Dia berbicara di depan Gereja St Mary, yang dibangun pada tahun 1862 menurut situs gereja, dengan sebagian besar atapnya terkoyak oleh badai.
Lihat Juga :