Algojo Tersangar yang Jadi Bintang TikTok Meninggal setelah Dibebaskan dari Penjara

Selasa, 25 Juni 2024 - 09:01 WIB
Otoritas penjara menyebutkan total 26 eksekusi yang dilakukan Bouya, namun dia mengaku ikut serta dalam 60 eksekusi.

Mereka yang tewas di tangannya termasuk para perwira militer yang dinyatakan bersalah merencanakan kudeta tahun 1975 dan membunuh pemimpin pendiri negara tersebut, ayah dari Perdana Menteri saat ini Sheikh Hasina.

Para aktivis mengatakan bahwa sistem peradilan pidana Bangladesh sangat cacat, namun Bouya mengabaikan kritik mereka, meskipun dia yakin setidaknya tiga orang yang dia eksekusi tidak bersalah.

Pada bulan Februari, bukunya tentang pengalamannya sebagai algojo diterbitkan dan menjadi buku terlaris di pameran buku tahunan terbesar di Bangladesh.

Bukunya setebal 96 halaman menceritakan tata cara gantung negara dengan tali warisan penguasa kolonial Inggris.

Dia menggambarkan prosesnya dengan acuh tak acuh, tidak pernah terlibat dalam perdebatan mengenai penghapusan hukuman mati.

Dia juga memikirkan momen-momen terakhir dari beberapa tokoh kontroversial dan pembunuh berantai di negara itu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!