Rusia Kutuk Serangan Tak Berguna AS dan Inggris di Negara Berdaulat Yaman

Sabtu, 15 Juni 2024 - 00:01 WIB
Tiga hari kemudian, Houthi mengatakan mereka menahan mata-mata yang terkait dengan Badan Intelijen Pusat AS karena diduga melakukan kegiatan intelijen dan sabotase di Yaman.

Pada November 2023, Houthi bersumpah menyerang kapal mana pun yang terkait dengan Israel hingga Israel menghentikan aksi militer di Jalur Gaza.

Serangan tersebut mendorong Amerika Serikat untuk membentuk koalisi multinasional guna melindungi pelayaran di Laut Merah serta menyerang target-target Houthi di darat.

Houthi menyerang kapal-kapal terkait Israel karena negara Zionis itu terus melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.

Baca juga: Hamas Akui Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!