Militer Mali Berjanji Gelar Pemilu Pasca Lakukan Kudeta
Rabu, 19 Agustus 2020 - 17:28 WIB
Pada hari Rabu, Komisaris Industri Uni Eropa Thierry Breton mengatakan blok tersebut akan menuntut digelarnya pemilu baru di Mali dalam jangka waktu yang wajar, sementara China mengatakan pihaknya menentang perubahan rezim dengan paksa.
Blok regional Afrika Barat yang beranggotakan 15 negara, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat pada Selasa telah menangguhkan Mali dari lembaganya, dan menutup perbatasan negara anggotanya dengan Mali.
Setelah sebelumnya memperingatkan bahwa mereka tidak akan lagi mentolerir kudeta militer di wilayah tersebut, blok tersebut berencana untuk mengirim delegasi tingkat tinggi ke Mali untuk memastikan kembalinya demokrasi konstitusional.
Dewan Keamanan PBB akan diberi pengarahan tentang Mali secara tertutup pada hari Rabu atas permintaan Prancis dan Niger, kata para diplomat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Selasa menyerukan pembebasan segera Keita dan tahanan lainnya.
Blok regional Afrika Barat yang beranggotakan 15 negara, Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat pada Selasa telah menangguhkan Mali dari lembaganya, dan menutup perbatasan negara anggotanya dengan Mali.
Setelah sebelumnya memperingatkan bahwa mereka tidak akan lagi mentolerir kudeta militer di wilayah tersebut, blok tersebut berencana untuk mengirim delegasi tingkat tinggi ke Mali untuk memastikan kembalinya demokrasi konstitusional.
Dewan Keamanan PBB akan diberi pengarahan tentang Mali secara tertutup pada hari Rabu atas permintaan Prancis dan Niger, kata para diplomat.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada hari Selasa menyerukan pembebasan segera Keita dan tahanan lainnya.
(ber)
Lihat Juga :