AS Peringatkan Ancaman Nuklir Baru dari China

Sabtu, 04 Mei 2024 - 06:37 WIB
“Tujuan penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung oleh China mempunyai dampak potensial terhadap semua negara di kawasan ini,” ujar Laksamana John Aquilino, yang memimpin Komando Indo-Pasifik AS, seperti dikutip Washington Post.

Meskipun para pejabat AS mengatakan China masih perlu beberapa tahun lagi untuk mengerahkan pasukannya, kekhawatiran AS digambarkan sebagai hal yang “hebat.”

Baca juga: 6 Fakta Surat Penahanan Perdana Menteri Israel Netanyahu dari ICC

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada outlet tersebut bahwa semakin dekat Beijing untuk mengerahkan reaktor nuklir terapung, “semakin cepat mereka akan menggunakannya untuk tujuan yang bertentangan dengan keamanan nasional (AS).”

Dia mencatat “sengketa teritorial dan maritim yang sudah berlangsung lama dan kontroversial” di wilayah Laut China Selatan yang diklaim Beijing dan Filipina.

“Ada juga pertanyaan kritis seputar penerapan kerangka keselamatan dan keamanan nuklir yang masih perlu ditangani,” ujar pejabat itu.

China mulai mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung pada tahun 2010. Pada tahun 2016, Global Times mengatakan, “Setiap pulau dan terumbu karang di Laut China Selatan, yang dipasangkan dengan platform bertenaga nuklir terapung, pada dasarnya adalah kapal induk bertenaga nuklir yang dilengkapi pesawat tempur dan sistem rudal yang mampu melebihi keunggulan militer armada kapal induk AS.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!