Tak Selamanya Hidup di Negara Paling Bahagia di Dunia Selalu Menyenangkan, Ini Buktinya!

Rabu, 03 April 2024 - 16:11 WIB
Baca Juga: Sekutu Baru Dukung Macron soal Kerahkan Tentara NATO ke Ukraina

Menteri Dalam Negeri Mari Rantanen mengatakan pada X: "Hari ini dimulai dengan cara yang mengerikan...Saya hanya bisa membayangkan rasa sakit dan kekhawatiran yang dialami banyak keluarga saat ini. Tersangka pelaku telah ditangkap."

Penembakan di sekolah sebelumnya di Finlandia telah menempatkan fokus pada kebijakan senjata Finlandia.

Pada tahun 2007, siswa Pekka-Eric Auvinen menembak dan membunuh enam siswa, perawat sekolah, kepala sekolah, dan dirinya sendiri menggunakan pistol di Sekolah Menengah Jokela, dekat Helsinki.

Setahun kemudian, pada tahun 2008, Matti Saari, siswa lainnya, melepaskan tembakan di sebuah sekolah kejuruan di Kauhajoki di barat laut Finlandia. Dia membunuh sembilan siswa dan satu anggota staf laki-laki sebelum menembak dirinya sendiri.

Finlandia memperketat undang-undang senjata api pada tahun 2010, dengan memperkenalkan tes bakat untuk semua pemohon izin senjata api. Usia minimum pelamar juga dinaikkan menjadi 20 tahun dari 18 tahun.

Masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan kebijakan apa pun dari serangan hari Selasa itu, kata Rantanen pada konferensi pers.

Terdapat lebih dari 1,5 juta senjata api berlisensi dan sekitar 430.000 pemegang lisensi di negara berpenduduk 5,6 juta jiwa ini, dimana perburuan dan penembakan sasaran merupakan hal yang populer.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!