Terlalu Banyak Negara Anggota NATO Boikot Ekspor Senjata, Israel Kelimpungan dan Hampir Menyerah
Senin, 01 April 2024 - 17:40 WIB
Israel mengalami kelimpungan dan hampir menyerah karena terlalu banyak negara anggota NATO yang memboikot ekspor senjata. Foto/Reuters
GAZA - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Tel Aviv harus lebih mandiri dalam memproduksi senjata untuk mengurangi kerentanannya terhadap tekanan eksternal. Itu disebabkan karena boikot negara-negara sekutu Israel yang tidak ingin mengirimkan senjatanya lagi ke rezim zionis.
“Tentu saja kita perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan yang diwujudkan dalam perang ini, yang juga terjadi di dunia,” kata Netanyahu dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Israel Amir Yaron, dilansir Middle East Monitor.
Dengan boikot pengiriman senjata dari negara sekutunya, Israel mengalami kelimpungan dalam perang melawan Hamas. Bahkan, tentara Israel hampir menyerah seperti mundur dari pengepungan di RS Al Syifa yang sudah berlangsung selama dua pekan.
“Kita harus lebih mandiri dalam kapasitas produksi senjata yang kita butuhkan,” tambahnya.
Baca Juga: Daftar Jet Tempur Andalan Mesir, Negara yang Rencanakan Perang Melawan Israel
Sementara Netanyahu menerima salinan Laporan Tahunan bank tersebut untuk tahun 2023.
“Tentu saja kita perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan yang diwujudkan dalam perang ini, yang juga terjadi di dunia,” kata Netanyahu dalam pertemuan dengan Gubernur Bank Israel Amir Yaron, dilansir Middle East Monitor.
Dengan boikot pengiriman senjata dari negara sekutunya, Israel mengalami kelimpungan dalam perang melawan Hamas. Bahkan, tentara Israel hampir menyerah seperti mundur dari pengepungan di RS Al Syifa yang sudah berlangsung selama dua pekan.
“Kita harus lebih mandiri dalam kapasitas produksi senjata yang kita butuhkan,” tambahnya.
Baca Juga: Daftar Jet Tempur Andalan Mesir, Negara yang Rencanakan Perang Melawan Israel
Sementara Netanyahu menerima salinan Laporan Tahunan bank tersebut untuk tahun 2023.
Lihat Juga :