Politisi AS Dihujat Gara-gara Serukan Gaza Dibom Nuklir
Senin, 01 April 2024 - 08:05 WIB
“Dalam klip singkatnya, saya menggunakan metafora untuk menyampaikan perlunya Israel dan Ukraina memenangkan perang mereka secepat mungkin, tanpa membahayakan pasukan Amerika," ujarnya.
“Alasan saya justru kebalikan dari apa yang diberitakan: Semakin cepat perang ini berakhir, semakin sedikit nyawa tak berdosa yang terjebak dalam baku tembak,” lanjutnya.
“Semakin cepat Hamas dan Rusia menyerah, semakin mudah mereka bergerak maju. Penggunaan metafora ini, bersamaan dengan penghapusan konteks, mendistorsi pesan saya, namun saya sepenuhnya mendukung sekutu kami.”
Bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki—dua kota di Jepang—yang mengakhiri teater Pasifik Perang Dunia II menewaskan antara 130.000 hingga 230.000 orang, menurut perkiraan akademis. Senjata nuklir modern sekitar 80 kali lebih kuat dibandingkan bom nuklir tahun 1940-an.
“Alasan saya justru kebalikan dari apa yang diberitakan: Semakin cepat perang ini berakhir, semakin sedikit nyawa tak berdosa yang terjebak dalam baku tembak,” lanjutnya.
“Semakin cepat Hamas dan Rusia menyerah, semakin mudah mereka bergerak maju. Penggunaan metafora ini, bersamaan dengan penghapusan konteks, mendistorsi pesan saya, namun saya sepenuhnya mendukung sekutu kami.”
Bom nuklir yang dijatuhkan AS di Hiroshima dan Nagasaki—dua kota di Jepang—yang mengakhiri teater Pasifik Perang Dunia II menewaskan antara 130.000 hingga 230.000 orang, menurut perkiraan akademis. Senjata nuklir modern sekitar 80 kali lebih kuat dibandingkan bom nuklir tahun 1940-an.
(mas)
tulis komentar anda