Para Gangster Ini Culik dan Bantai 5 Turis, Dikira Anggota Geng Rival

Minggu, 31 Maret 2024 - 08:42 WIB
Ekuador yang pernah dianggap sebagai benteng perdamaian di Amerika Latin, kini terjerumus ke dalam krisis akibat pesatnya penyebaran kartel narkoba transnasional yang menggunakan pelabuhannya untuk mengirimkan narkoba ke Amerika Serikat dan Eropa.

Pada bulan Januari, Noboa memberlakukan keadaan darurat dan menyatakan negaranya dalam keadaan perang melawan geng-geng narkoba setelah gelombang kekerasan menyusul kaburnya seorang pemimpin geng terkenal dari penjara.

Sejak itu, pasukan militer telah dikerahkan di jalan-jalan dan mengambil kendali atas penjara-penjara di negara tersebut, di mana serangkaian kerusuhan geng dalam beberapa tahun terakhir telah menyebabkan sekitar 460 orang terbunuh.

Ketika geng narkoba merajalela, tingkat pembunuhan di Ekuador melonjak dari enam per 100.000 penduduk pada tahun 2018 menjadi 46 per 100.000 pada tahun 2023.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!