Amuk Gangster Haiti Makin Menjadi-jadi, Bank Sentral Pun Diserang

Rabu, 20 Maret 2024 - 09:21 WIB
Kekerasan tersebut telah memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah suram, dengan peringatan PBB pada akhir pekan mengenai “kelaparan dan kekurangan gizi” dan “hampir runtuhnya layanan dasar".

Namun PBB mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka terus memberikan bantuan, meskipun situasi “tegang dan tidak menentu”.

"Namun, rencana respons PBB tidak mempunyai cukup uang untuk menanggapi skala kebutuhan di lapangan, dan kami sangat membutuhkan lebih banyak dukungan,” kata Haq.

Beberapa daerah di wilayah metropolitan Port-au-Prince dibiarkan tanpa aliran listrik, kata perusahaan utilitas listrik publik dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, setelah setidaknya empat gardu induk “hancur dan tidak berfungsi sama sekali.”

“Electricite d’Haiti tidak luput dari tindakan vandalisme (baru-baru ini) dan teror para bandit,” kata perusahaan utilitas tersebut.

Pada hari Minggu, jam malam diperpanjang hingga Rabu di departemen Ouest, termasuk Port-au-Prince. Keadaan darurat akan berakhir pada 3 April.

Negara-negara anggota Uni Eropa dan AS termasuk di antara negara-negara yang telah mengevakuasi personel diplomatik dari Haiti akibat krisis ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!